Kita menjawab, "Wa Anna, Asyhadu Anla Illaha Ilallah Wahdahu La Syarikallah, Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Wa Rasulluh, Radhitu Billahi Rabba Wabil Muhammadinnabiya Wabil Islami Diina," katanya. Faedahnya buat kita, menurut keterangan dari Syekh Ali Jaber, dosa-dosa terdahulu akan diampuni oleh Allah SWT. Azanmenurut ulama fikih ialah lafaz lafaz tertentu yang digunakan untuk Asyhadu anla ilaha illallah (2x),Asy hadu anna muhammadarrasulullah(2x),Hayya alash sholah(2x),Hayya alal falah (2x),Allaahu Akbar(2x),laa ilaha illallah(1x)(Allah Maha Besar,Selain Allah kecil termasuk diri kita sendiri,lenyaplah segala keangkuhan),Aku bersumpah aku 5Amalan ketika mendengar Adzan 1. Mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian Apabila muadzin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullah, maka hendaklah dia mengucapkan asyhadu anna Muhammadarrosululloh. "Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah" (HR Abu Daud 437: Shahih), bisa dengan doa ini: " Vay Tiền Nhanh. Salah waktu terkabulnya doa adalah berdoa di antara adzan dan iqamah. Hal ini, wallahu Ta’ala a’lam, karena kemuliaan waktu tersebut. Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim bersegera untuk hadir ke masjid dan berdoa di antara adzan dan iqamah. Dia memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa kepada Allah Ta’ala, dan berharap bahwa Allah Ta’ala akan mengabulkan doanya. Karena siapa saja yang diberikan taufik dan kemudahan dari Allah Ta’ala untuk berdoa, berarti Allah Ta’ala menghendaki untuk mengabulkan doa ini karena Allah Ta’ala mengatakan,وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” QS. Al-Mu’min [40] 60Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، فَادْعُوا“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamah, maka berdoalah di waktu itu.” HR. Ahmad no. 12584, sanad hadits ini shahih sebagaimana penilaian Syaikh Syu’aib Al-ArnauthDalam riwayat yang lain disebutkan,الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“Doa itu tidak tertolak jika dipanjatkan di antara adzan dan iqamah.” HR. Tirmidzi no. 212 dan 3595, dinilai shahih oleh Syaikh Al-AlbaniSedangkan dalam riwayat Abu Dawud dengan lafadz,لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ“Doa itu tidak tertolak jika dipanjatkan di antara adzan dan iqamah.” HR. Abu Dawud no. 521, dinilai shahih oleh Syaikh Al-AlbaniTerkabulnya doa ini tentu saja jika terpenuhi syarat-syarat berdoa dan juga mengamalkan adab-adab ketika berdoa. Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafidzahullahu Ta’ala mengatakan,ومن الأوقات التي يُرجى فيها قبولُ الدعاء ما بين الأذان والإقامة لِمَا ثبت عن أنس بن مالك رضي الله عنه“Di antara waktu yang diharapkan terkabulnya adalah waktu yang terletak di antara adzan dan iqamah. Hal ini berdasarkan hadits valid yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu … “ kemudian beliau pun menyebutkan hadits di atas. Fiqh Al-Ad’iyyah wal Adzkaar, 2 102Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin memperhatikan hal ini dan tidak menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang tidak berfaidah ketika sedang menunggu iqamat. Misalnya, justru ngobrol di luar masjid dan aktivitas sia-sia lainnya. Wallahu Ta’ala a’ Juga[Selesai]***Kantor YPIA, 11 Dzulqa’dah 1441/ 2 Juli 2020Penulis M. Saifudin HakimArtikel Kumandang adzan merupakan kumandang paling indah yang tidak pernah surut pada setiap waktunya. Setiap adzan selesai dikumandangkan terlampir doa yang dapat amalkan. Doa itulah yang dinamai sebagai doa setelah Adzan SingkatBacaan Adzan dan ArtinyaCara Menjawab AdzanDoa Setelah Mendengar AdzanKeistimewaan antara Adzan dan IqomahBacaan IkamahDoa Setelah IqomahKesimpulan Doa Setelah AdzanPertanyaanSejarah Adzan SingkatPada mulanya, rasul dan para sahabat kebingungan mengenai penanda awal masuk waktu sholat. Waktu itu, ada yang mengusulkan untuk menggunakan lonceng layaknya orang nasrani serta terompet seperti orang pada akhirnya, Abdullah bin Zaid bermimpi bertemu dengan seseorang yang menyuruhnya untuk adzan ketika waktu memasuki mimpi itu kemudian diteruskan kepada Rasulullah. Dan rasul pun membenarkan mimpi tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam Sunan Abu Dawud yang berbunyiعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَرَادَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَذَانِ أَشْيَاءَ لَمْ يَصْنَعْ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ فَأُرِىَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ الأَذَانَ فِى الْمَنَامِ فَأَتَى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ أَلْقِهِ عَلَى بِلاَلٍ »“eabd alllah bn zayd qal arad alnnabiyy -slaa allah ealayh wasalam- fia al’adhan ashya’ lam yasnae minha shayyana qal fa’uria eabd alllah bn zayd al’adhan fia almanam fa’ataa alnnabiyy salaa allah ealayh wasalam fa’akhbarah faqal >”Artinya“Nabi SAW berkeinginan untuk mencari cara dalam memberitahu waktu sholat adzan, tetapi beliau belum kunjung menemukannya”. Abdullah bin Zaid bermimpi mengenai beragam kalimat adzan dalam tidurnya. Lantas ia mendatangi rasul untuk memberitahukan hal tersebut. Lalu sang rasul pun berkata “Ajarkanlah kata – kata itu kepada Bilal!”.Semenjak masa itulah, adzan sudah mulai dijadikan sebagai pertanda awal masuk sholat. Dimana sahabat Bilal bin Rabbah menjadi muadzin pertama di dalam agama serta kelantangan dari suara Bilal tak perlu untuk diragukan lagi. Tetapi selepas Rasulullah wafat, Bilal tak mau lagi untuk mengumandangkan adzan. Sebab pada saat ia hendak kumandangkan adzan, ia akan teringat akan Rasulullah. Sehingga kesedihan hatinya tak bisa terbendung.٢x اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ٢x أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ٢x اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ٢x حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ٢x حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ١x اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ١x لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar 2x”“Asyhadu allaa illaaha illallaah. 2x”“Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. 2x”“Hayyaalashshalaah. 2x”“Hayyaalalfalaah. 2x”“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar 1x”“Laa ilaaha illallaah. 1x”Artinya“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar 2x”“Aku bersaksi jika tak ada Tuhan melainkan Allah. 2x”“Aku bersaksi jika nabi Muhammad itu merupakan utusan Allah. 2x”“Marilah Sholat. 2x”“Marilah menuju kepada kejayaan. 2x”“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar 1x”“Tiada Tuhan melainkan Allah. 1x”Cara Menjawab AdzanKegiatan apa pun yang tengah kita kerjakan selain yang wajib maka sebaiknya segera dihentikan jika sudah mendengar adzan berkumandang. Bahkan pada saat kita tengah membaca Al Quran, berdzikir, dan juga mengerjakan untuk yang mendengar adzan serta ikamah untuk mengucapkan sebagaimana yang telah diucapkan oleh Sa’id Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda“Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang telah diucapkan oleh muadzin.”Dari Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Apbila muadzin mengucapkan, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian juga membaca, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Lalu apbila muadzin mengucapkan, Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Lalu apabila muadzin mengucapkan, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’Lalu apabila muadzin mengucapkan, Hayya alash shalaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Lalu apabila muadzin mengucapkan, Hayya alal falaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’Lalu apabila muadzin mengucapkan, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka kalian juga mengucapkan, Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Lalu apabila apabila muadzin mengucapkan, Laa ilaaha illallaah.’ Maka kalian juga mengucapkan, Laa ilaaha illallaah,’ dengan hati yang tulus, maka kalian seraya akan masuk ke dalam Surga.”Barangsiapa yang mengucapkan sebagaimana ucapan dari mu-adzin, atau pada saat muadzin melafalkan hayya alatain “Hayya alash shalaah” serta “hayya alal falaah”, ia mengucapkan, “Laa haula walaa quwwata illaa billaah,” atau menggabungkan dengan apa yang diucapkan oleh muadzin serta hauqalah “Laa haula walaa quwwata illaa billaah.”, maka perbuatannya benar, insya pada saat kita mendengar suara adzan subuh, maka cara menjawab adzan subuh ketika muadzin mengucapkan kalimatالصّلاة خير من النّوم“As shalaatu khairum minan naumi.” [dua kali]Artinya“Sholat lebih baik daripada tidur”Maka, kita menjawabnya denganصدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين“Shadaqta wabararta wa anaa alaa dzaalika minasy syaahidiina.”Artinya“Benar dan baguslah ucapanmu tersebut serta akupun atas yang begitu termasuk orang – orang yang bersaksi.”Doa Setelah Mendengar AdzanBacaan doa setelah adzanللهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ“Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.”Artinya“Ya Allah, Tuhan sang pemilik panggilan yang sempurna adzan ini serta shalat wajib yang didirikan. Berilah al -wasilah derajat di tempat surga, serta al – fadhilah keutamaan terhadap baginda nabi Muhammad. Serta bangkitkanlah beliau sehingga dapat menempati kedudukan yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan.” HR. Bukhari, Abu dawud, Tarmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah.Mengenai keistimewaan dari doa tersebut, ada suatu hadist yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Ra, bahwasannya Rasulullah bersabda“Barang siapa pada saat mendengar adzan kemudian ia mengucapkan doa selepas adzan, maka masuklah syafaatku untuknya pada hari kiamat.” HR. Bukhari.Syafaat nabi Muhammad itu artinya adalah pertolongan beliau kepada umatnya kelak di waktu hari antara Adzan dan IqomahWaktu antara adzan dengan iqomah mempunyai keistimewaan berikut ini1. Dari segi orang yang berdoaOrang yang sedang berdoa akan melihat dengan keimanannya serta menjauhi kesyirikan dengan menjawab adzan atau lantunan Dari segi waktunyaWaktu antara adzan dengan iqomah adalah waktu yang amat istimewa sebab pada waktu itu dikumandangkan seruan dalam mengerjakan shalat. Serta shalat merupakan penghulu dari semua SunnahDisunnahkan untuk seorang muslim supaya memperbanyak doa antara adzan dengan ikamah. Sebab doa di waktu tersebut akan Anas Radhiyallahu anhu, beliau menyebutkan jika Rasulullah SAW bersabdaاَلدُّعَاءُ لاَيُرَدُّ بَيْنَ اْلأَذَانِ antara adzan dengan iqamat tak akan ditolak.”Bacaan IkamahSecara bahasa “Ikamah” arinya mendirikan. Adapaun maksudnya yaitu mendirikan ikamah/ iqomat adalah bacaan tertentu yang telah disunnahkan untuk dilafalkan pada saat shalat akan dikerjakan. Bacaannya menyerupai bacaan sebab itu, para ulama sering menyebutnya sebagai adzan kedua atau sejenis membedakan antara ikamah dan adzan yaituAdzan dapat dikumandangkan untuk keperluan diluar shalat seperti anak baru lahir atau mengusir setan. Sementara ikamah dikumandangkan hanya pada saat hendak memasuki waktu adzan disunnahkan untuk mengeraskan suara, maka ikamah disunnahkan untuk melirihkan suara dan juga mempercepat Setelah IqomahBacaanاَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ“Aqoomahalloohu wa-ad aamahaa maadaa matis samaawaatu wal-ardl.”Artinya“Semoga Allah mendirikannya shalat serta mengekalkannya selama langit dan juga bumi masih ada.”Disamping bacaan di atas, para ulama juga memberikan tambahan bacaan doa selepas ikamah, yakniوجعلنى من صالحي اهلها“Wa ja’alani min salihi ahliha”Artinya“Serta semoga ia menjadikan aku termasuk yang terbaik dari yang ahli shalat.”Kesimpulan Doa Setelah AdzanJika kita telah mendengar adzan dikumandangkan, maka kita harus mengentikan seluruh aktivitas yang telah kita kita jawab dengan ucapan seperti muadzin. Dan selepas itu kita bersiap untuk sholat, sebab adzan merupakan panggilan sakral dari perintah Allah agar segera untuk dilakukan sebagai ibadah bagi umat berdoa diantara adzan dengan ikamah merupakan waktu yang paling mustajab untuk doa itu ini adalah beberapa pertanyaan seputar Doa Setelah AdzanAwal mula adzan?Mimpi dari Abdullah bin Zaid yang bertemu dengan seseorang yang menyuruhnya untuk adzan ketika waktu memasuki menjawab adzan?Ucapkanlah sebagaimana yang telah diucapkan oleh muadzinCara menjawab adzan subuh dari kalimat الصّلاة خير من النّوم ? Kita jawab dengan صدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين . Shadaqta wabararta wa anaa alaa dzaalika minasy syaahidiina.Keistimewaan antara Adzan dan Iqomah?Waktu terbaik untuk dikabulkannya doa yang adzan dan iqamah?Adzan dapat dikumandangkan untuk keperluan diluar shalat seperti anak baru lahir atau mengusir setan. Sementara ikamah dikumandangkan hanya pada saat hendak memasuki waktu shalat. - Ketika adzan berkumandang, setiap muslim yang mendengarkan dianjurkan menjawabnya dengan bacaan doa sesuai sunnah. Berikut ini doa mendengar adzan dan bacaan sendiri merupakan seruan bagi kaum muslim untuk menunaikan ibadah salat fardu. Panggilan azan dikumandangkan muazin dari masjid atau musala setiap memasuki waktu salat lima waktu. Berdasarkan sejarahnya, azan pertama kali disyariatkan kepada umat Islam pada 2 hijriah. Hal itu bermula ketika Nabi Muhammad mencari cara untuk memberitahukan pengingat waktu salat. Sebelumnya, setiap hari umat Islam selalu berkumpul di masjid untuk menunggu datangnya waktu salat. Ketika sudah masuk waktu salat, semua orang langsung salat begitu saja, tanpa penanda apa pun. Seiring meluasnya penyebaran Islam, banyak penganutnya yang tinggal jauh dari masjid, termasuk para sahabat nabi. Karenanya, beberapa sahabat mengusulkan kepada Nabi Muhammad agar membuat tanda waktu salat. Setelah melalui musyawarah bersama para sahabat nabi, diputuskanlah adanya bacaan tertentu sebagai pengingat waktu salat. Usulan ini disampaikan oleh Umar bin Khattab dalam diskusi tersebut. Adapun lafal azan sendiri awalnya disampaikan oleh Abdullah bin Zaid. Ia mengusulkan bacaan azan kepada Nabi Muhammad setelah mendapat mimpi bertemu seseorang yang mengajarinya suatu bacaan dengan suara lantang. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad telah mendapat wahyu tentang azan. Oleh karenanya, beliau membenarkan apa yang disampaikan oleh Abdullah bin Zaid. Rasulullah SAW berkata "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah di samping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu karena dia memiliki suara yang amat lantang,” Abu Daud, Tirmidzi, Bukhari, Ahmad, dan Baihaqi.Baca juga Bilal bin Rabbah Bekas Budak yang Mengumandangkan Azan Pertama Khutbah Jumat Singkat Suara Adzan dan Keutamaan Mendengarkan Azan Adab Mendengarkan Suara Azan dan Bacaan untuk Menjawab Seruan Azan Doa Mendengar Adzan & Artinya Ketika mendengar azan, setiap muslim disunahkan menjawab setiap lafal yang diucapkan muazin. Dilansir NU Online, seorang ulama bernama Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad, dalam kitabnya berjudul isâlatul Muâwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah Dar Al-Hawi, 1994 94, meriwayatkan petunjuk tentang bacaan yang sebaiknya diucapkan pada saat dan setelah adzan سمعت المؤذن فقل مثل ما يقول إلا في الحيعلتين فقل "لا حول ولا قوة إلا بالله" وفي التثويب صدقت وبررت، فإذا فرغت من جوابه فصل على النبي صلى الله عليه وسلم Artinya “Dan apabila Anda mendengar suara adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin kecuali ketika ia mengucapkan حَیَّ عَلَی الصَّلاةِ dan .حَیَّ عَلی الفَلٰاحِ Sebagai jawabannya, ucapkanlah لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ. “Lâ haula walâ quwwata illâ billâhi.” Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah. Demikian pula ketika mendengar seruannya اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ “Ash-shalatu khairun minan naum.” Shalat lebih baik dari pada tidur pada azan Subuh, ucapkanlah صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ “Shadaqta wa bararta.” Engkau benar dan engkau telah berbuat kebajikan. Selesai itu, bacalah shalawat untuk Nabi SAW.” Dari kutipan di atas dapat diuraikan urutan bacaan menjawab azan sebagai berikut1. Mengucapkan bacaan sama persis seperti yang dilafalkan muazin, segera setelah ia selesai mengumandangkan bacaan mulai dari اللّهُ‏ أَکْبَرُ، اللّهُ‏ أَکْبَرُ Allahu Akbar, Allahu Akbar lalu أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلّا اللّهُ Asyhadu alla ilaha illallah dan أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلّا اللّهُ Asyhadu alla ilaha illallah hingga أَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللّهِ Asyhadu anna muhammadar rasulullah. Masing-masing bacaan tersebut diucapkan sebanyak 2 Ketika muazin selesai mengumandangkan حَیَّ عَلَی الصَّلاةِ Hayya 'alasshalaah dan حَیَّ عَلی الفَلٰاحِ Hayya 'alal falaah, ucapkanlah لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ Lâ haula walâ quwwata illâ billâhi.3. Ketika azan subuh, muazin menambahkan kedua bacaan di atas poin kedua dengan bacaan اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ Ash-shalatu khairun minan naum. Setelah muazin mengucapkan bacaan tersebut, jawablah dengan صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ Shadaqta wa bararta.Sebagai penutup azan, setelah muazin melontarkan bacaan اللّهُ‏ أَکْبَرُ، اللّهُ‏ أَکْبَرُ Allahu Akbar, Allahu Akbar dan لا إِلٰهَ إلّا اللّهُ Laa ilaahaa illallah, jawablah dengan bacaan yang sama persis. Doa Setelah Adzan Lengkap Setelah azan selesai berkumandang, umat muslim juga disunahkan untuk merapal doa tertentu. Berdasarkan hadis sahih Bukhari, seorang muslim yang mengucapkan doa setelah azan dijanjikan bakal mendapat syafaat dari Rasulullah SAW pada hari kiamat nanti. Dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda "Siapa saja yang berdoa ketika mendengar seruan azan dengan doa Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wabatshu maqāmam mahmūdanil ladzī waattah,’ niscaya jatuhlah syafaatku padanya di hari kiamat," Bukhari.Detail doa setelah azan adalah sebagai berikutاللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا Bacaan latinnya "Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti sayyidanā muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wabatshu maqāmam mahmūdanil ladzī waattah, innaka lā tukhliful mī’ād. Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā."Artinya, "Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna dan shalat yang berdiri, berikanlah wasilah [tempat di surga] dan keutamaan kepada Nabi Muhammad saw. Bangkitkan ia pada kedudukan terpuji [hak syafa’at] yang Kaujanjikan. Sungguh, Engkau tidak akan menyalahi janji. Tuhanku, ampunilah dosaku dan [dosa] kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku disebutkan pula dalam kitab Jami'ul Ahadits, terdapat doa khusus setelah azan magrib, yakni اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ Bacaan latinnya "Allahumma hadza iqbâlu lailika wa idbâru nahârika wa ashwâtu du’âika faghfir lii"Artinya “Ya Allah, ini adalah [saat] datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.” Setelah azan Subuh, umat muslim juga disunahkan merapal doa khusus. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Muin, halaman 280, berikut doanya اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي Bacaan latinnya "Allahumma hadza iqbâlu nahârika wa idbâru lailika wa ashwâtu du’âika faghfir lîArtinya “Ya Allah, ini adalah [saat] datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”Baca juga Lafadz Bacaan Adzan Subuh Arab, Latin, dan Terjemahannya Bacaan Lafadz Adzan dan Iqomat Arab, Latin, serta Artinya - Pendidikan Penulis Abdul HadiEditor Iswara N Raditya

doa ketika adzan asyhadu anna muhammadarrasulullah